Video & Foto Cuaca Ekstrem di Australia 2020, Kebakaran Hutan Usai, Kini Hujan Es Sebesar Bola Golf

Berita viral hari ini Kebakaran hutan, hujan es, banjir hingga badai debu: Horornya cuaca ekstrem di Australia Timur di awal tahun 2020. Tidak hanya kebakaran yang telah terjadi, kini Australia harus menghadapi berbagai permasalahan cuaca. Bahkan dilaporkan oleh The New Daily, pada (20/1/2020), Australia dikatakan sedang dilanda cuaca ter ekstrem yang hanya tiba 100 tahun sekali.

Berbagai website media sosial hingga sekarang telah dibanjiri foto dan video cuaca ekstrem yang sedang terjadi di Australia. Inilah berbagai foto dan video yang menunjukkan badai debu, kebakaran hutan, hujan es dan banjir yang sedang terjadi di berbagai negara bagian Australia. Kebakaran hutan besar di Australia terjadi sejak September 2019 lalu.

Bencana tersebut terjadi di enam wilayah, tiga resor pegunungan Alpen di Victoria, dan di New South Wales (NSW) seperti dilaporkan oleh news.com.au. Api meluasdengan sangat cepat karena cuaca panas dan kering. Kebakaran hutan itu membuat ribuan orang mengungsi, dengan api kini mulai merambat ke kawasan pinggiran kota Sydney.

Pihak berwenang di daerahkebakaran hutan Australiamendeklarasikan statusState of Emergency(kondisi darurat), menutup jalan serta melakukan evakuasi warga. Awan cokelat menyelimuti Kota Dubbo dan kota kota terdekatnya pada jam 20.00 Minggu (19/1/2020). Debu besar yang tebal itu terlihat menghalangi matahari.

Hembusan 94 km / jam direkam di Parkes sekitar jam 6.30 sore, sementara embusan angin 107 km/jam dicatat di Dubbo sekitar jam 7.45 malam. “Debu itu sekarang sudah mereda. Masih ada sedikit debu di sekitar tempat itu," kata Narramore. Badai yang meluas juga diperkirakan terjadi di banyak bagian negara bagian itu, terutama diNew South Wales.

Salah satu Meteorolog Dean Narramore mengatakan bahwa keadaan ekstrem di Australia ini adalah 'peristiwa satu dalam 100 tahun'." Petir hebat juga angin kencang tiba di daerah Queensland pada akhir pekan yang lalu. Narramore mengatakan bahwa curah hujan melebihi 200 milimeter, dengan beberapa daerah menerima 140 milimeter.

"Tingkat curah hujan itu hanya akan diamati di lokasi itu rata rata setiap 100 tahun," katanya kepada The New Daily. Cuaca ekstrem ini belum berakhir. Hujan deras turun di Victoria disambut baik di daerah yang dilalap api.

Tetapi ini bisa menghadirkan masalah baru yaitu ancaman banjir bandang. Dilansir dari The New Daily pada (20/1/2020), es seukuran bola golf turun menghujani kota Melbourne. Banjir bandang juga datang di Queensland, dan Tasmania berjuang menghadapi kekeringan.

Warga di sana dapat mengharapkan badai hebat dan angin yang merusak, hujan es raksasa dan juga curah hujan yang sangat deras. Di bagian selatan negara itu, angin kencang sekaligus badai. Hujan es besar ini kemungkinan akan terjadi di daerah Queensland bagian timur selama dua hari.

“Kami akan melihat beberapa potensi banjir bandang dan badai ganas selama beberapa hari ke depan, termasuk beberapa area kebakaran yang rusak,” kata Menteri Layanan Darurat Australia Lisa Neville. Dia juga mengatakan kepada wartawan bahwa sekitar 70 orang diperkirakan akan terbang kembali ke kota kecil Mallacoota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *