var id = "842a7fe6af934b848268c775b4bddb0db3d1c0a4"; ?php body_class(); ?>>
(123)456 7890 [email protected]

The Jakmania wajib Tetap Dukung Perjuangan Tim Jagoannya Persija Putuskan Ikuti Liga 1

The Jakmania wajib Tetap Dukung Perjuangan Tim Jagoannya Persija Putuskan Ikuti Liga 1

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno menegaskan sampai dengan saat ini tidak pernah mendukung penyelenggaraan kompetisi Liga 1 2020 bergulir lagi. Mengingat diberbagai daerah di Indonesia saat ini penyebaran virus Corona atau Covid 19 masih tinggi. Penyebaran Covid 19 diberbagai tempat masih rawan dan sampai dengan saat ini belum ditemukan obat penangkalnya.

Diky Soemarno dengan tegas tidak mendukung usulan dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait rencana bergulirnya kompetisi sepak bola di Indonesia. Seperti diketahui, PSSI dan PT LIB sudah menetapkan kompetisi Liga 1 akan bergulir lagi pada 1 Oktober 2020 mendatang. Rencananya, Liga 1 akan bergulir selama lima bulan ke depan dan direncanakan berakhir pada 28 Februari 2021.

Menurut Diky, kelompok suporter the Jakmania tidak akan mendukung keberlangsungan kompetisi jika penyebaran Covid 19 belum menurun. "Sampai saat ini, sampai detik ini kita Jakmania tidak pernah berstatement mendukung kembali bergulir Liga 1, jika Covid 19 belum membaik," kata Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno. Kondisi dan situasinya berbeda pada saat tim kebanggaannya yakni Persija Jakarta yang sudah memutuskan mengikuti Liga 1.

Pria bernama lengkap Diky Budhi Ramadhan itu menyebut suporter the Jakmania mau tidak mau harus tetap mendukung Persija di Liga 1. Sebab, the Jakmania bisa terbentuk karena kecintaan terhadap tim Persija Jakarta. Untuk itu, lanjut Diky, para suporter the Jakmania harus tetap memperhatikan protokoler kesehatan dan menaati setiap aturan yang dibuat PSSI dan PT LIB saat mendukung Persija.

"Tapi, ketika Persija memutuskan ikut dan nanti Liga 1 sudah dijalankan, mau ga mau kita harus tetep mendukung Persija. Karena Jakmania adalah fans Persija," ucapnya. Sebagai seorang suporter, tugas utamanya yaitu mendukung tim jagoannya berlaga di kejuaraan apapun yang diikuti. Tidak ada alasan bagi the Jakmania membiarkan tim kebanggannya berlaga tanpa dukungan dari suporter.

"Ketika Persija ikut di Liga 1, tidak ada pertimbangan apapun bagi kita suporter Persija. Persija pasti sudah mengetahui resikonya," tutupnya. Di sisi lain, pada saat pelaksanaan kompetisi Liga 1 dilanjutkan, Persija Jakarta telah memilih berkandang di Bantul. Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, dipilih untuk menjadi markas baru tim Macan Kemayoran di Liga 1 2020.

Stadion Sultan Agung bukanlah tempat baru bagi tim Macan Kemayoran di Liga Indonesia. Sebab, pada tahun 2018, Persija Jakarta pernah menjadikan stadion tersebut sebagai kandang utama. Hasilnya, selama tujuh pertandingan bermain di SSA, Ismed Sofyan dan kawan kawan berhasil meraih empat kemenangan, dua hasil seri, dan sekali menelan kekalahan. Selama bermain di SSA, tim kebanggaan The Jakmania berhasil mencatatkan 13 gol dari tujuh pertandingan.

Torehan tersebut lebih bagus dibandingkan ketika tim Macan Kemayoran bermain di markas utamanya yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat. Saat bermain di SUGBK, Persija Jakarta hanya menciptakan 10 gol dari delapan pertandingan yang telah dimainkan. Statistik tersebut menggambarkan tim Macan Kemayoran bisa lebih produktif dan bermain maksimal pada saat berkandang di SSA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *