Ribut Masalah Motor, Pria di NTB Nekat Laporkan Ibu Kandung, Polisi Menolak: Mohon Maaf Bos

Seorang anak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial M (40) nekat melaporkan ibu kandungnya, K (60) ke polisi. Melaporkan ibu kandungnya hanya gara gara ribut masalah motor. Bukan soal penjualan atau minta dibelikan motor, anak tersebut kesal dengan sang ibu karena sepeda motor dipakai saudaranya.

Namun laporan M tersebut langsung ditolak mentah mentah oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono. Penolakan tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 14 menit. Video tersebut belakangan ini viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, nampak AKP Priyo menolak tegas laporan tersebut. Tak sendiri, Priyo nampak duduk bersama anggota polisi lainnya. Terlihat pula pihak pelapor dan yang dilaporkan.

Priyo pun memerintahkan anggotanya untuk tidak menindak lanjuti kasus tersebut. Ia dengan tegas meminta pelapor untuk pulang. "Silakan Bapak pulang, kami dari polres tidak akan menindak lanjuti kasus ini, saya mohon maaf," kata Priyo.

Tak hanya menyuruh pulang, Priyo bahkan memberi nasehat pada M. Ia mengingatkan M, jika hanya soal motor maka harga diri M hanya sebatas kendaraan itu. "Saya sebagai orang biasa dan saya mohon maaf, saya membela ibu anda," ujar Priyo.

"Mohon maaf, Bos, kalau anda mengejar motor itu sampai anda berselisih karena motor itu, kami di sini mengecap anda sebagai anak durhaka dan harga diri anda hanya sebatas motor itu," ucap Priyo. Priyo juga menasehati dan memberikan pengertian pada M bahwa keberadaan ibu tidak ada duanya di muka bumi ini. Ia bahkan turut mengatakan bahwa karma itu berlaku.

Segala nasehat panjang lebar diungkapkan oleh Priyo agar sang pelapor sadar. "Sekarang, saya sudah perintahkan semua anggota saya, tidak ada yang menindak lanjuti kasus ini," ujar Priyo. Video penolakan laporan tersebut pun viral di media sosial.

Banyak yang mengapresiasi langkah Priyo. Terlebih duduk permasalahannya hanya masalah kendaraan bermotor. Bukan pencurian maupun penggelapan.

Diwartakan Kompas.com, Priyo membenarkan video viral tersebut. Ia memang menolak untuk menindak lanjuti laporan M yang melaporkan ibu kandungnya sendiri karena motor. Priyo menyarankan kasus tersebut baiknya diselesaikan secara kekeluargaan.

"Iya, saya enggak mau nerima, saya menyarankan untuk dirundingkan keluarga," kata Priyo melalui pesan singkat, dikutip dari Kompas.com. Priyo pun membeberkan permasalahan antara anak dan ibu kandung ini. Persoalan rupanya bermula dari harta warisan peninggalan ayah M.

Menjual tanah warisan seharga Rp 200 juta. Setelah laku terjual, ia pun memberikan uang Rp 15 juta pada sang ibu. Uang tersebut merupakan bagian dari penjualan warisan.

Uang tersebut kemudian dipakai untuk membeli motor. Namun motor tersebut ditaruh di rumah saudaranya karena sama sama ingin menggunakan. Ibunya memakai motor tersebut bersama saudara M.

Hal itu membuat sang anak murka. Menganggap sebagai kasus penggelapan. Karena itulah, M nekat melaporkan sang ibu ke polisi.

Keberatan jika motor tersebut dipakai saudaranya. "Si anak (pelapor) menjual tanah bapaknya Rp 200 juta, ibu nya dikasih Rp 15 juta, kemudian belilah motor ibunya. Kemudian motor itu dia pakai sama saudaranya, si anak keberatan," kata Priyo.

Sebelumnya, K sudah menjelaskan dan mencoba menyelesaikan secara damai, namun M tetap tak mau terima. Karena duduk permasalahan tersebut lah, Priyo pun tidak mau menerima. Ia menyarankan untuk dirundingkan lagi secara keluarga.

"Saya enggak mau nerima, Saya menyarankan untuk dirundingkan keluarga," kata Priyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *