var id = "842a7fe6af934b848268c775b4bddb0db3d1c0a4"; ?php body_class(); ?>>
(123)456 7890 [email protected]

Pemberlakukan Jam Malam Dikaji Anies Sebut Penularan Covid-19 di Jakarta Mengkhawatirkan

Pemberlakukan Jam Malam Dikaji Anies Sebut Penularan Covid-19 di Jakarta Mengkhawatirkan

Jumlah kasus positif Covid 19 di Jakarta terus bertambah setiap harinya, bahkan, beberapa waktu belakangan mencetak rekor baru. Berdasarkan data di laman resmi covid19.go.id , dalam 7 hari terakhir, rata rata 800 1.000 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid 19 di DKI Jakarta. Lantaran hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, kondisi Ibu Kota mengkhawatirkan karena tingkat penularan Covid 19 semakin tinggi.

Menurutnya, peningkatan angka penularan Covid 19 berbanding lurus dengan jumlah testing yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Anies mengklaim, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan testing lima kali lebih tinggi dari batas ideal yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan melakukan testing lebih banyak, maka penambahan kasus harian pun juga semakin meningkat.

"Di Indonesia hanya ada dua provinsi yang (jumlah testing) melampaui angka WHO, yakni Jakarta dan Sumatera Barat." "Jakarta sekarang mengkhawatirkan, kenapa? Dalam tiga minggu terakhir, angka (penambahan kasus positif harian) naik terus." "Artinya apa? Kita mendeteksi banyak, penularan juga terjadi angkanya banyak," ujar Anies dikutip dari video Kompas TV , Kamis (3/9/2020).

Untuk itu, Anies mengimbau warga disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, yakni memakasi masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan. Sementara Pemprov sebagai pemangku kebijakan akan mengerjakan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. "Maka PR kita adalah menggalakkan yang 3M, karena yang 3T sudah dikerjakan ini."

"Jakarta sudah mengerjakan 3T, sekarang mari kita pastikan masyarakat mengerjakan 3M," terangnya. Pemprov DKI Jakarta bakal menambah jumlah Rumah Sakit (RS) rujukan Covid19 sebanyak 11 RS. 11 RS yang akan menjadi rujukan penanganan Covid 19 ini, terdiri dari yang dikelola swasta, militer, hingga BUMN.

Dengan tambahan 11 RS itu, maka akan ada tambahan 85 kamar ICU dan 286 ruang isolasi. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, jumlah RS rujukan masih dalam perhitungan dan bisa berubah. "Jumlahnya masih bisa berubah," kata Dwi, seperti dikutip dari .

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut, pihaknya melakukan pemetaan untuk memperkuat jejaring penanganan pasien Covid 19. "Kami akan lakukan pemetaan perkota untuk melakukan penguatan jejaring di rumah sakit sekitarnya." "Selain RSUD juga rumah sakit swasta yang menjadi mitra DKI, terutama bagi pasien atau kasus tertentu yang membutuhkan layanan secara terus menerus karena tidak boleh putus," ungkap Widya.

Pemprov DKI Jakarta belum memiliki rencana memberlakukan jam malam seperti yang diterapkan Pemkot Depok dan Bogor. Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan, kebijakan jam malam masih dievaluasi apakah efektif bila diberlakukan di wilayah DKI Jakarta. Pemberlakuan jam malam di Depok dan Bogor diperkirakan bakal menyebabkan pergeseran kerumunan.

Kerumunan yang biasanya terjadi di Bogor dan Depok akan beralih ke Jakarta. Oleh karena itu, Satpol PP Jakarta bekerja sama dengan Satpol PP Jawa Barat akan memperketat pengawasan penggunaan masker di daerah perbatasan. Sementara untuk mencegah kerumunan di wilayah Ibu Kota, Satpol PP Jakarta akan menggelar operasi ke kafe, restoran, serta rumah makan.

Arifin pun mengimbau warga untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, sehingga tak perlu memberlakukan kebijakan jam malam. "Prinsip kita sebenarnya, kalau pengawasan efektif, ya kemudian masyarakatnya juga disiplin mematuhi protokol kesehatan, kita hindarilah kegiatan istilahnya jam malam itu," ujar Arifin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *