var id = "842a7fe6af934b848268c775b4bddb0db3d1c0a4"; ?php body_class(); ?>>
(123)456 7890 [email protected]

Pedagang di Garut Sampai Kehabisan Stok Sapi Permintaan Hewan Kurban Melonjak

Pedagang di Garut Sampai Kehabisan Stok Sapi Permintaan Hewan Kurban Melonjak

Hari Raya Idul Adha tinggal hitungan hari. Menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban di Kabupaten Garut mengalami lonjakan. Para pedagang mengaku omzetnya meningkat 10 persen dibanding Idul Adha tahun lalu. "Permintaan dari konsumen atau masyarakat yang akan berkurban tahun ini cukup banyak. Sementara stok terbatas akibat sempat tutupnya pasar atau sentra penjulan sapi di Jawa selama Covid 19," ujar Aep, salah seorang penjual sapi potong hewan kurban di sentra penjualan Tenjolaya, Tarogong Kidul, Selasa (14/7/2020).

Stok sapi untuk kurban saat ini sudah habis. Ia masih menunggu kiriman yang berasal dari Madiun, Jawa Timur. Harga jual sapi kurban saat ini mengalami kenaikan dibanding tahun lalu.

Untuk jenis sapi premium dibanderol dari yang paling murah Rp 23 juta per ekor hingga Rp 35 juta per ekor untuk jenis sapi limousin. "Tingginya harga sapi saat ini tidak menyurutkan warga yang hendak berkurban. Bahkan tidak sedikit konsumen harus inden karena sulitnya barang," katanya. Peminat hewan kurban tak hanya di tingkat lokal Garut.

Ia juga menerima permintaan hewan kurban dari sejumlah daerah. Mulai dari Bandung, Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang. "Khusus untuk pesanan hewan kurban dari luar daerah Garut kami antar langsung ke lokasi. Sapi kiriman dari Madiun tidak singgah dulu di Garut karena pertimbangan operasional," ucapnya. Aep menjamin sapi sapi miliknya sehat dan telah mendapat pemeriksaan petugas.

Meski di tengah pandemi, Aep menilai animo masyarakat untuk berkurban sangat tinggi. Dinas Perikanan dan Peternakan Garut sudah mulai melakukan pengawasan hewan kurban. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dyah Safitri, menyebut sejumlah lokasi penjualan dan lalu lintas penjualan hewan kurban terus dipantau.

Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang memiliki kantong kantong penjualan hewan kurban ke luar daerah. "Pengawasan dilakukan hingga ke lokasi pemotongan hewan kurban. Kami cek kesehatannya sebelum nanti jadi konsumsi masyarakat," kata Dyah. Di masa pandemi Covid 19, pihaknya juga melakukan sosialisasi seluruh proses pelaksanaan kurban dari mulai transaksi hingga proses pemotongan hewan kurban.

Semuanya harus menerapkan protokol kesehatan sesuai edaran Kementrian KKP. Ada 172 titik lokasi penjualan dan pemotongan hewan kurban yang tersebar di 22 kecamatan. Terdapat dua pasar hewan milik pemerintah yaitu Pasar Hewan Wanaraja dan Bayongbong yang menjadi target pengawasan dari pihaknya.

Menurut Dyah jumlah hewan kurban yang akan dipotong di tahun 2020 diperkirakan sebanyak 9 ribu ekor. Jumlah itu tak jauh beda dengan tahun sebelumnya. "Jika dibanding tahun 2018, hewan kurban yang dipotong cenderung mengalami penurunan. Tahun 2018 itu ada 12.600 ekor namun tahun berikutnya mengalami penurunan hingga lima persen," katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *