Mitos dan Fakta Seputar Virus Corona, dari Penyemprotan Desinfektan sampai Minum Antibiotik

Pandemi Virus Corona (Covid 19) membuat masyarakat dunia harus bersikap waspada dan memperhatikan kesehatan. Namun di antara sejumlah informasi yang beredar di media massa maupun media sosial, belum tentu semuanya benar. Masyarakat harus dapat memilah tips yang baik untuk diikuti agar dapat menjaga kesehatan dengan cara yang benar di saat rawan ini.

Fakta berikut mengonfirmasi mitos yang dapat menimbulkan kepanikan karena telah terbukti tidak benar secara ilmiah. Sebelumnya muncul pendapat cuaca yang lebih panas dan lembab dapat memperlambat penularan Virus Corona. Meskipun begitu, fakta yang muncul di lapangan menunjukkan pandemi Covid 19 juga muncul di negara negara Asia Tenggara.

Dengan demikian anggapan tersebut dapat dipatahkan. Tidak ada bukti ilmiah Virus Corona disebarkan melalui gigitan nyamuk. Hal ini juga telah dikonfirmasi Organisasi Kesehatan Internasional ( World Health Organization atau WHO).

Penyemprotan dengan cairan alkohol atau klorin di seluruh tubuh sempat disebut dapat membunuh virus. Namun hal ini terbukti tidak benar. Cairan alkohol dan klorin hanya dapat digunakan untuk mensterilkan permukaan benda.

Hand sanitizer yang diketahui mengandung alkohol dengan persentase tinggi juga memiliki fungsi yang sama. Namun yang perlu diingat adalah penggunaan cairan tersebut harus sesuai arahan medis. Sampai saat ini tidak ada bukti Virus Corona dapat terbunuh akibat cuaca dingin, bahkan bersalju.

Faktanya adalah baik cuaca panas maupun cuaca dingin tidak berpengaruh pada daya hidup Virus Corona. Selain sebagai bumbu masakan, bawang putih memang dikenal karena dapat membunuh mikroba dan memiliki kandungan yang menyehatkan. Meskipun begitu, WHO menegaskan tidak ada bukti bawang putih dapat membantu melawan Virus Corona.

Minum air putih minimal 2 liter sehari memang disarankan untuk kesehatan tubuh. Namun tidak ada bukti ilmiah mengonsumsi air putih sebanyak banyaknya dalam jeda waktu singkat bisa membantu melarutkan virus ke dalam organ pencernaan. Antibiotik yang dikenal sebagai obat yang dijual umum hanya dapat melawan bakteri, bukan virus.

Selain itu, belum ada penelitian yang menemukan pengobatan terhadap Virus Corona. Maka dari itu, tidak perlu mengonsumsi antibiotik. Tingkat penyebaran virus yang tinggi membuat masyarakat harus mengambil langkah pencegahan sejak dini, termasuk dengan mengenakan masker.

Seperti diketahui, Virus Corona dapat menular melalui cairan (droplets) yang keluar ketika seseorang bersin atau batuk. Penggunaan masker diutamakan bagi mereka yang kondisi kesehatannya tidak begitu baik. World Health Organization (WHO) memberikan imbauan langkah langkah yang tepat dalam mengenakan masker untuk mencegah terpapar virus yang menyerang organ pernapasan manusia itu.

Jika Anda sehat, tidak perlu sepanjang waktu menggunakan masker. Terkecuali apabila Anda merawat atau berada di sekitar orang yang terjangkit atau diduga ( suspect ) menderita Virus Corona. Selain itu, gunakan masker saat Anda sedang batuk atau bersin.

Anda juga dapat menutup area hidung dan mulut dengan siku bagian dalam saat batuk atau bersin. Sebelum mengenakan masker, bersihkan tangan dengan cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih atau hand sanitizer . Pastikan masker menutupi seluruh area hidung dan mulut.

Pastikan juga tidak ada celah antara wajah dengan masker. Hindari menyentuh area masker ketika sedang dikenakan. Jika Anda tidak sengaja menyentuh masker, segera cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol.

Lepaskan tali masker di telinga atau yang terikat di belakang. Jangan sentuh bagian depan masker. Segera buang dalam tempat sampah tertutup dan cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer .

Penggunaan masker hanya efektif jika dibarengi dengan rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol. Segera ganti dengan yang baru saat masker Anda mulai terasa kotor dan lembab. Jangan gunakan ulang masker sekali pakai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *