var id = "842a7fe6af934b848268c775b4bddb0db3d1c0a4"; ?php body_class(); ?>>
(123)456 7890 [email protected]

Kimia Farma Belum Laporkan Dugaan Kasus Pelecehan Seksual & Pemalsuan Dokumen Rapid Test

Kimia Farma Belum Laporkan Dugaan Kasus Pelecehan Seksual & Pemalsuan Dokumen Rapid Test

Polresta Bandara Soekarno Hatta menunggu laporan PT Kimia Farma Diagnostika yang akan membawa kasus pemalsuan dokumen rapid test dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum petugas medis. Kejadian ini sempat viral di media sosial. Kasat Reskrim Polres Kota Bandara Soekarno Hatta, AKP Alexander Yurikho mengatakan pihaknya masih belum menerima laporan kasus itu secara resmi dari korban ataupun sejumlah pihak lainnya. "Terkait Kimia Farma atau siapapun yang akan melaporkan dugaan tindak pidana apapun dan kapanpun, kami di Polresta Bandara Soekarno Hatta siap untuk menerima laporan sekaligus menindaklanjuti. Itu bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat," kata Alexander saat dihubungi, Minggu (20/9/2020).

Namun demikian, Alexander memastikan pihak kepolisian tetap akan menyelidiki kasus itu dengan atau tidak ada laporan yang didaftarkan ke kepolisian. "Tanpa atau dengan belum adanya laporan, Insya Allah penyelidik Polresta Bandara Soetta akan melakukan penyelidikan awal terkait adanya penyampaian warga masyarakat melalui medis sosial tersebut," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, PT. Kimia Farma Diagnostika ikut turun tangan untuk menelusuri kasus dugaan adanya pemalsuan dokumen rapid test dan pelecehan seksual yang dilakukan oknum petugas medis di Bandara Soetta.

Pihaknya mengaku telah menghubungi LHI, korban pemerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan okunumnya di Bandara Soekarno Hatta tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Dirut PT. Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadillah Bulqini. Ia memastikan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

"PT. Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji Rapid test, pemerasan dan tindak asusila intimidasi," ujar dia dalam keterangan persnya, Sabtu (19/9/2020). Hal tersebut dipastikan setelah pihak PT. Kimia Farma Diagnostika melakukan investigasi internal terhadap pelaku. Namun demikian, Adil belum menjelaskan kapan oknum tersebut akan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Saat melakukan pemeriksaan rapid test, hasil pemilik akun @listongs reaktif. Terduga pelaku yang merupakan oknum dokter itu kemudian menawarkan untuk mengubah hasilnya menjadi non reaktif. Hal itu dilakukan agar @listongs bisa tetap pergi dengan pesawat.

Setelah data reaktif diganti, akun @listongs menulis bahwa dokter tersebut meminta imbalan uang. Sang dokter juga melakukan pelecehan seksual terhadap pemilik akun. Namun, ia mengaku tidak bisa melawan karena berada di tempat sepi dan waktu masih dini hari.

Selain itu, ia juga mengaku trauma dengan kejadian yang dia alami. Meski bertempat tinggal di Bali, LHI berniat untuk membuat laporan ke Polres Bandara Soekarno Hatta atas kejadian tersebut agar tidak ada lagi korban pelecehan di Bandara Soekarno Hatta. Dia juga berharap agar wanita yang melakukan perjalanan sendiri untuk tetap berhati hati dan segera mencari tempat aman apabila mulai ada gelagat mencurigakan dari orang sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *