var id = "842a7fe6af934b848268c775b4bddb0db3d1c0a4"; ?php body_class(); ?>>
(123)456 7890 [email protected]

Dia Teriak dari Dapur Bawa Batu Dimintai Cerai Pria di Pontianak Bunuh Istri lalu Anak Angkatnya

Dia Teriak dari Dapur Bawa Batu Dimintai Cerai Pria di Pontianak Bunuh Istri lalu Anak Angkatnya

Setelah sempat menghilang cukup lama, sosok suami baru yang menjadi misteri dalam tewasnya ibu dan anak di Pontianak Timur, Kalimantan Barat, pada Rabu (23/9/2020) lalu, akhirnya terungkap. Pria yang bernama Alem alias AL itu mengaku telah menghabisi nyawa istrinya, yakni S (39) dan anak angkatnya bernama G (19). Motif AL menghabisi kedua korban, awalny adipicu permintaan cerai dari istrinya.

AL mengaku ia membunuh istri dan anak angkatnya pada Minggu (20/9/2020) malam. "Betul, saya melakukan pembunuhan, yang saya bunuh istri dan anak saya sendiri," ujar AL. AL mengatakan pertama kali ia menghabisi istrinya menggunakan sebatang besi.

"Saya melakukan itu sendiri. Saya pukul pakai besi. Pertama kali yang saya pukul si S, lalu si G, karena dia teriak dari dapur bawa batu lesung (cobek / ulekan),"ungkapnya kepada penyidik. Pelaku mengaku sebelum dirinya membunuh kedua korban, ia dan istrinya sempat cekcok karena masalah rumah tangga. Menurut pengakuan pelaku, pertengkaran itu terjadi karena sang istri meminta diceraikan.

AL mengaku ia curiga istrinya telah memiliki pria lain. Puncak pertengkaran tersebut adalah aksi AL membunuh istrinya dan anak kandung korban. "Dia ada orang ketiga, dia mau berpisah sama saya, udah adalah 20 harian lah dia minta pisah itu," kata AL.

Sebelumnya korban sempat menghilang tanpa kabar 3 hari sampai akhirnya jasad mereka ditemukan oleh keluarga besar mereka. Jasad ibu dan putrinya tersebut ditemukan dalam kondisi tergeletak di lantai rumah bersimbah darah. Yogi, keluarga korban menduga keduanya telah tewas sejak beberapa hari yang lalu.

Tiga hari berlalu tanpa ada kabar apapun dari korban. Berbekal kecurigaan tersebut, pihak keluarga korban akhirnya memutuskan untuk bersama sama berangkat mengunjungi rumah kediaman korban. Sesampainya di sana, pihak keluarga korban menemukan sejumlah kejanggalan pada rumah korban.

Kejanggalan tersebut di antaranya adalah lampu rumah berada dalam kondisi mati, dan posisi gorden jendela yang terbuka keluar. Keanehan yang lain adalah pihak keluarga melihat ada sesuatu tergeletak ketika mengintip ke dalam rumah lewat jendela. Yogi mengatakan, seusai melihat keanehan tersebut, pihak keluarga akhirnya mendobrak masuk ke rumah korban.

"Itu posisinya si G di dalam kamar, S nya di luar, darahnya sudah kering, kayaknya sudah tiga hari," ungkap Yogi. Berdasarkan penjelasan dari Yogi, penghuni rumah tersebut bukan hanya kedua korban saja, tetapi juga ada suami baru korban berinisial AL. Tetapi saat jasad ditemukan, keberadaan AL masih menjadi misteri.

Sesampainya di sana, pihak keluarga korban menemukan sejumlah kejanggalan pada rumah korban. Kejanggalan tersebut di antaranya adalah lampu rumah berada dalam kondisi mati, dan posisi gorden jendela yang terbuka keluar. Keanehan yang lain adalah pihak keluarga melihat ada sesuatu tergeletak ketika mengintip ke dalam rumah lewat jendela.

Yogi mengatakan, seusai melihat keanehan tersebut, pihak keluarga akhirnya mendobrak masuk ke rumah korban. "Itu posisinya si G di dalam kamar, S nya di luar, darahnya sudah kering, kayaknya sudah tiga hari," ungkap Yogi. Berdasarkan penjelasan dari Yogi, penghuni rumah tersebut bukan hanya kedua korban saja, tetapi juga ada suami baru korban berinisial AL.

Tetapi saat jasad ditemukan, keberadaan AL masih menjadi misteri. Hasil otopsi menunjukkan ada luka yang berbeda pada jasad ibu dan anak yang ditemukan tewas di Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Rabu (23/9/2020) malam. Jasad berinisial S (40) dan G (19) itu masing masing memiliki bekas luka yang berbeda.

Luka bekas serangan senjata tajam banyak ditemukan di jasad S, sedangkan jasad sang anak yakni G, banyak ditemukan luka bekas serangan senjata tumpul. Dokter Monang mengatakan, ditemukan banyak luka di sekujur tubuh korban. "Pada jasad ibu kita temui kejanggalan didalam rongga kepala, lalu rongga dada sebelah kanan," ungkapnya saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr Soedars Pontianak, Kamis (24/9/2020). "Untuk si anak, kita dapati kejanggalan di kepala, dan rongga rahang sebelah kiri, di tubuh korban juga ditemui memar memar," sambungnya.

Sedangkan penyebab kematian kedua korban disebut berasal dari luka di bagian kepala. "Kalau untuk jasad si ibu, itu dominannya senjata tajam, Kalau si anak lebih dominan ke senjata tumpul, walaupun ada tanda dari senjata tajam,"kata dr. Monang. Berdasarkan hasil pemeriksaannya, kedua korban tersebut diduga telah tewas lebih dari 18 jam setelah waktu kematian mereka.

"Darah pada rambut korban ini sudah beku, mengikat menjadi anyaman yang susah di pisahkan, jadi bukan baru meninggal, dan pada permukaan tubuhnya itu darahnya sudah pada mengering, dan beraroma yang khas,"ujarnya. Fakta lain yang berhasil diungkap adalah luka penganiayaan lebih banyak ditemukan pada jasad sang ibu. "Dan intinya, dari hasil otopsi, efek dari penganiayaan tersebut lebih banyak di jumpai pada sang ibu," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *