Deretan Fakta Bantuan Pemerintah untuk Karyawan Swasta: Tak Semua Dapat, Diimbau untuk Beli Ini

Seperti yang diketahui, pemerintah akan memberi subsidi gaji pada masyarakat. Kali ini, masyarakat yang mendapat bantuan adalah karyawan swasta. Yakni karyawan di luar PNS dan pegawai BUMN.

Dikutip dari Kompas.com, menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah akan menjalankan program tersebut bagi pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta. Pekerja penerima subsidi harus pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan, atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

"Pemerintah akan membayarkan dua kali karena kita ingin memastikan daya beli dan konsumsi tetap terjaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat," ujar Ida Fauziyah, Kamis (6/8/2020). "Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemnaker, Kemenkeu dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita targetkan program ini dapat berjalan bulan September," ujarnya.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu para pekerja. Tidak sedikit pekerja yang terdampak pandemi Covid 19. Pemerintah berharap bantuan ini dapat menjaga daya beli dan kesejahateraan pekerja yang terdampak Covid 19.

Diharapkan stimulus baru ini mampu mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar terhindar dari resesi. Kementerian Keuangan awalnya menganggarkan dana sekitar Rp 33,1 triliun. Pada Senin, 10 Agustus 2020, pemerintah memutuskan untuk menaikkan jumlah penerima manfaat program bantuan subsidi gaji.

Dari 13,8 juta pekerja menjadi 15,7 pekerja dengan total anggaran Rp 37,7 triliun. Pada Selasa, 11 Agustus 2020, sudah ada 3,5 juta pekerja yang telah menyampaikan nomor rekening kepada BPJS Ketenagakerjaan. Pihak BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya agar target nomor rekening 15 juta lebih karyawan segera tercapai.

"Dalam dua hari ini kami sudah mengumpulkan 3,5 juta nomor rekening, kami masih best effort mengumpulkan," ujar Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja seperti yang dikutip dari Kompas.com. Presiden Joko Widodo memastikan bahwa bantuan ini akan cair dalam satu hingga dua pekan ke depan. "Untuk yang masih bekerja, juga akan diberikan bantuan, tapi yang ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan," kata Jokowi saat mengunjungi Posko Penanganan Covid Jawa Barat di Kodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa (11/8/2020).

"Insya Allah dalam seminggu, dua minggu ini, ini sudah akan keluar," lanjutnya. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 600.000 per bulan. Karyawan akan menerima bantuan tersebut selama empat bulan.

Serta akan masuk ke rekening karyawan per dua bulan. Satu kali pencairan, karyawan akan menerima uang subsidi sebesar Rp 1,2 juta Regulasi yang dibuat untuk mengatur penyaluran bantuan sudah selesai pada Selasa, 11 Agustus 2020.

Pembuatan regulasi subsidi gaji ini tidak seperti biasanya karena terdesak oleh tenggat waktu kurang dari satu bulan sebelum harus segera disalurkan. Ida Fauziyah mengatakan peraturan pemerintah masih membutuhkan harmonisasi dari Kementerian Hukum dan HAM. Setelah (Permenaker) dikeluarkan Selasa, 11 Agustus 2020, kemudian tinggal diharmonisasi.

"Ini tidak biasa, karena dibutuhkan percepatan agar segera direalisasi program ini," ujar Ida. Berikut syarat lengkap karyawan swasta penerima program subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan seperti yang dikutip dari Kompas.com. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan

Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5.000.000 sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan Pekerja/Buruh penerima upah

Memiliki rekening bank yang aktif Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020

Bukan karyawan BUMN dan PNS Ida Fauziyah mengimbau para penerima bantuan nantinya membeli produk dalam negeri. Dengan begitu, bantuan tersebut dapat memberikan efek ke sektor sektor lain dalam perekonomian.

Diharap juga memberi efek berlipat ganda dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. “Harapan saya kepada teman teman pekerja yang akan menerima program ini. Saya minta belanjakanlah uang ini untuk beli produk dalam negeri, belilah hasil karya UMKM kita,” kata Ida di Jakarta, Senin (10/8/2020) seperti yang dikutip dari Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *