Bandar Narkoba Ditangkap Saat Pakai Sabu-sabu, Ternyata Statusnya Buronan Kasus Pembunuhan

Lasron (36), warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, Sampang, jadi buronan kasus pembunuhan. Selama 9 bulanberada dalam pelarian, Lasron jadi bandar narkoba untuk memenuhi kebutuhannya. Kini pelariannya berakhir. Larson ditangkap jajaranPolresSampangbersama Polres Pamekasan.

KasatreskrimPolresSampang, AKP Riki Donaire Piliang mengatakan, Senin (10/8/2020), Lasron jadi buronan karena membantu sepupunya, Arifin (27), membunuh Tora'i (55) warga setempat pada 29 November 2019 silam. Riki membenarkan, untuk meringkus Lasron, pihaknya dibantu oleh jajaran Polres Pamekasan. Lasron ditangkap oleh jajaran Polres Pamekasan saat menggunakan sabu sabu pada 7 Agustus 2020.

Pelaku pembunuhan, Lasron dihadirkan dalam rilis di Polres Sampang,Senin (10/8/2020). "Jadi pelaku sempat kembali ke Pamekasan dan menjadi bandar atau pemakai. Tetapi kami tidak bisa memberikan keterangan karena itu kewenangan Polres Pamekasan," kata Riki. Sedangkan alasan Lasron menjadi DPO, lanjut Riki, karena ia melarikan diri usai membantu Arifin melakukan pembunuhan.

Korbannya, Tora'i ia tuduh memiliki ilmu santet dan dituding menjadi menyebab kematian nenek Arifin. Bahkan Arifin menilai korban merupakan penyebab ibunya sakit. Ditambahkan Riki, Lasron melarikan diri ke rumah saudaranya di Kabupaten Pamekasan.

Akibat dari perbuatannya, Lasrom disangkakan pasal 340 KUHP Sub pasal 338 KUHP atau pasal 170 ayat 3 KUHP Sub pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana, pengeroyokan atau penganiayaan hingga orang meninggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *