var id = "842a7fe6af934b848268c775b4bddb0db3d1c0a4"; ?php body_class(); ?>>
(123)456 7890 [email protected]

Anak Punk Ditemukan Tewas di Bekas Ruang Kelas Diduga Terinfeksi Tato Sempat Mengeluh Sakit

Anak Punk Ditemukan Tewas di Bekas Ruang Kelas Diduga Terinfeksi Tato Sempat Mengeluh Sakit

Seorang anak punk di Muara Enim ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Anak punk tersebut diketahui bernama Dedi (17), warga Karang Raja, Prabumulih. Ia ditemukan tewas di sebuah ruangan bekas SMKN 1 Muara Enim yang masih dalam area Pasar Muara Enim, Sabtu (10/10/2020).

Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, korban bersama teman temannya biasa menumpang tidur di gedung ruang kelas eks SMKN 1 Muara Enim. Lokasi gedung tersebut bersebelahan dengan pasar Muara Enim. Sebelumnya, korban sempat mengeluh kesakitan yang diduga infeksi bekas tatoan di lengan kanannya.

Pasalnya, bekas tatonya tersebut menjadi borok. Pada malam kejadian, korban tidur bersama teman temannya di atas bekas tumpukan kardus. Setelah menjelang pagi, korban dibangunkan teman temannya namun tidak terbangun.

Melihat hal tersebut teman teman korban panik dan memberitahukan ke warga pasar. Kemudian warga dan pedagang melihat korban dan diduga telah meninggal dunia. Setelah itu, warga memberitahukan ke petugas Polres Muara Enim dan langsung melakukan evakuasi korban ke kamar mayat RSUD dr HM Rabain Muara Enim.

Menurut salah satu pedagang, Donni (35) bahwa berawal ketika beberapa pedagang seperti biasanya akan menggelar barang dagangannya. Ketika sedang menggelar, seorang pedagang melihat sosok laki laki tergeletak di sebuah ruangan eks lokal SMKN 1 Muara Enim. Kemudian, pedagang tersebut memberitahukan penemuannya kepada pedangan lain, dan kemudian ada yang melapor ke Polres Muara Enim.

Ketika petugas datang, ternyata sosok laki laki tersebut sudah meninggal dunia dan mayatnya langsung dibawa ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim. “Pagi ini, kita seperti biasa mau menggelar dagangan. Dan tiba tiba dikejutkan adanya penemuan sesosok mayat di salah satu lapak,” jelasnya. Masih dikatakan Doni, hingga saat ini identitasnya belum diketahui dan tidak dikenal.

Tapi mayat itu saat kita temukan menggunakan celana jeans panjang Hhitam, baju panjang Hhitam, masker hitam, dan rambutnya di cat merah serta tinggi badan sekitar 168 cm. Saat ini, mayat sudah dibawa ke RSUD HM Rabain oleh petugas kepolisian. Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Satya dan tim Inafis Polres Muara Enim, membenarkan adanya penemuan mayat anak punk.

Untuk penyebabnya belum diketahui, sebab hasil identifikasi tidak ditemukan tanda tanda luka luka bekas pukulan dan sebagainya. Selain itu di sekeliling korban ditemukan beberapa bekas kaleng Aibon. Saat ini, pihaknya telah membawa teman teman korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (ari/sp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *